đź§§ Memuliakan Orang Yang Rendah Hati
Kamuharus menjadi pemaaf dan rendah hati pada orang lain. Ada banyak wanita dan pria yang mendatangi Rasulullah SAW dan marah-marah kepadanya, padahal mereka Muslim. Dan Rasulullah SAW tidak menjadi emosi, dia malah menenangkan mereka. Para Sahabat sudah ingin membunuh orang-orang seperti itu, namun dia bersabda "Tenang.
Sikaprendah hati itu sebuah sikap yang bebas dari kesombongan atau arogansi. Sifat ini bukan merupakan kelemahan melainkan keadaan pikiran yang menyenangkan Allah, karena Allah adalah kasih. Rendah hati yang juga berarti "berpikir lebih rendah", bertolak belakang dengan memuliakan diri sendiri.
Artinya "Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu' (rendah hati) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya." (HR. Muslim no. 2588). Perbesar
Menghormatiorang tua dapat berupa mendahulukan makan atau minum, menyambut dan menjabat tangan, memanggil dengan sopan, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi. Meski terlihat sederhana, akan tetapi jangan sampai kita meremehkannya, ya, karena memuliakan orang yang lebih tua itu perbuatan mulia dan terpuji.
Seringkali orang yang rendah hati lebih toleran terhadap sesamanya. Orang yang rendah hati tidak perlu menjadi agresif atau defensif akan kepercayaan mereka. Menjadi sabar dan mendengarkan gagasan serta apa yang dipercaya oleh orang lain, walaupun Anda mengalami kesulitan, membuat Anda memuliakan Tuhan melalui kedamaian dan kebaikan.
ptIlS. November 25, 2019Menyayangi, bermurah hati, dan rendah hati kepada tetangga merupakan salah satu wujud memuliakan tetangga. Sifat ini akan menyuburkan persaudaraan dan kasih sayang, serta mendorong seseorang untuk melindungi, menghormati, dan memuliakan orang lemah dan miskin. Di sisi yang lain, sifat-sifat itu akan menyelamatkan orang-orang yang kuat-baik harta maupun kekuasaan-dari sifat takabur, alim, dan sewenang-wenang. Sifat seperti ini sudah seharusnya dikembangkan dalam kehidupan bertetangga. Rendah Hati dan Bermurah Hati Kepada Tetangga yang Miskin, Lemah, atau Yatim PiatuSikap menyayangi, bermurah hati, dan tidak menyombongkan diri di hadapan tetangga, terutama tetangga yang lemah, miskin, dan anak-anak yatim, hanya tahir dari orang-orang yang memiliki budi pekerti agung. Sebaliknya, sifat sombong, tidak peduli, dan meremehkan orang-orang lemah, hanya dimiliki orang-orang tidak berbudi pekerti, angkuh dan keras merendahkan diri, dan bermurah hati kepada orang lain mengantarkan seseorang pada kedudukan mulia dan tinggi. Sebaliknya, sikap kasar, sombong dan suka menganiaya orang lain akan menjatuhkan siapa saja ke dalam kehinaan dan banyak ayat, al-Qur’an mendorong kaum Muslim untuk memiliki sikap rendah hati dan tidak menyombongkan diri di hadapan orang-orang lemah. Allah SWT. berfirmanMenurut Imam lbnu Katsir, mereka yang mendustakan agama adalah orang yang suka menghardik anak yatim, merampas haknya, tidak memberinya makan, dan tidak berbuat baik kepada mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan orang miskin pada ayat itu adalah orang faqir yang tidak memiliki apapun untuk memenuhi kebutuhannya lbnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Maun.Imam Qurthubiy menjelaskan, bahwa para ulama berbeda pendapat kepada siapa ayat ini turun. Abu Shalih menuturkan sebuah riwayat dari lbnu Abbas, bahwa ayat ini diturunkan kepada al-Ash bin Wail al-Sahmiy. Pendapat ini juga dipegang oleh al-Kalbiy dan Muqatil. Al-Dlahak berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki dari kalangan orang-orang munafiq. Al-suddiy menyatakan, bahwa ayat ini turun berkaitan dengan al-Walid bin al-Mughirah. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa ayat ini turun berhubungan dengan Abu Jahal. Menurut lbnu Juraij, ayat ini diturunkan pada Abu Sufyan, dimana setiap minggu ia menyembelih kambing atau onta. Kemudian anak – anak yatim meminta bagian kepadanya, akan tetapi, ia menghardik mereka dengan tongkatnya. Selanjutnya, Allah SWT. menurunkan ayat ini Imam Qurthubiy, Talsir Qurthtubiy, Surat al-Maun.Baca juga Cara Memuliakan Tetangga 1 Gemar Memberi Kepada TetanggaDi dalam ayat lain, Allah SWT. berfirman Hadits Tentang TetanggaAbu Hurairah ra berkata,”Rasulullah SAW. bersabdaOrang yang menanggung anak yatim, yang memiliki hubungan kerabatan maupun orang lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan, maka saya dan orang itu berada di surga seperti dua jari ini. Perawi hadits ini adalah Malik bin Anas.Ia mengatakan bahwaBeliau SAW. mengisyaratkan dengan dua jari telunjuk dan jari tengah.HR. Imam BukhariDalam riwayat lain dikisahkan, bahwa Rasulullah SAW. berkataOrang-orang yang mengurusi janda dan orang miskin bagaikan orang yang berjuang dijalan Allah. “Kalau tidak salah Beliau bersabda pula, “Bagaikan orang yang selalu shalat malam tanpa pernah letih, dan seperti orang yang puasa yang tidak pernah berbuka. Bukhari dan Muslim.Rasulullah SAW. memerintahkan umatnya untuk rendah hati tawadlu’ dan tidak sombong. Dari lyadl bin Himar ra berkata, “Rasulullah SAW. bersabdaSesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku, yaitu kami sekalian hendaknya bersikap rendah hati tawadlu’, sehingga tidak ada seseorang yang bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang yang menganiaya yang lain. HR. Imam MuslimDari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda Tiadalah sedekah itu mengurangi harta dan tidaklah Allah menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan melainkan kemuliaan dan tiadalah seseorang yang merendahkan diri karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya. HR. Imam Muslim. Sikap Rendah Hati kepada tetangga Menyuburkan Kasih SayangSifat pemurah, rendah hati, dan tidak berlaku aniaya kepada orang-orang lemah selayaknya dikembangkan dalam kehidupan bertetangga. Sifat ini selain akan menyuburkan rasa kasih sayang, juga menumbuhkan optimisme dan ketahanan hidup. Sebab, orang lemah selalu optimis menghadapi kehidupan, dikarenakan ada orang yang selalu memperhatikan dan siap sedia membantu dirinya. Di sisi yang lain, orang yang kuat semakin menyadari kelemahan dan kekurangannya, hingga ia siap sedia menolong juga Fiqih Bertetangga Keutamaan Memuliakan TetanggaSeorang Muslim yang baik selalu memperhatikan tetangganya, khususnya yang lemah dan miskin. Jika memiliki kelebihan makanan, ia tidak segan-segan untuk berbagi. Dirinya merasa berdosa, jika di dalam rumahnya berlimpah makanan, sedangkan tetangganya menahan rasa lapar. Ia merasa berdosa dan sedih jika tetangganya hidup serba kekurangan, sedangkan ia tidak pernah memberikan bantuan kepada mereka, padahal ia hidup serba kecukupan. Perhatikan sabda Rasulullah SAW.Bukan orang yang beriman, siapa saja yang kenyang sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar HR. Imam Imam Bukhari dari Ibnu Abbas dari Ibnu Zubair ra.Jika seseorang mengadakan pesta walimah, hendaknya tetangga-tetangga yang miskin dan lemah turut diundang agar mereka bisa menikmati hidangan walimah. Rasulullah SAW. bersabdaSejelek – jelek makanan yaitu makanan walimah pesta, dimana orang yang membutuhkan makanan itu tidak diundang, sedangkan orang yang tidak membutuhkannya malah diundang. HR. Imam MuslimDalam riwayat lain disebutkan Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah, dimana yang yang diundang hanyalah orang-orang kaya, sedangkan orang-orang yang miskin tidak diundangnya. HR. Imam Bukhari dan Muslim. Allah SWT. dan RasulNya mencela orang kikir yang enggan bersedekahHendaknya tetangga yang kaya dan kuat menyadari bahwa rizki yang Allah anugerahkan kepada dirinya dikarenakan adanya orang – orang lemah di sekitar dirinya. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW. bersabda,Kumpulkanlah untuk saya orang-orang yang lemah. Sebab, sesungguhnya kamu mendapatkan pertolongan dan rizki berkat adanya orang-orang lemah yang ada di sekitarmu HR. Abu DawudSebaliknya, Allah SWT. dan RasulNya mencela orang kikir yang enggan bersedekah. Allah SWT. berfirmanAdapun orang yang kikir dan merasa dirinya kaya, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa QS Al Lail8-11.Barangsiapa terpelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka adalah orang-orong yang beruntung QS Al Taghabun16.Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW. bersabdaTakutlah kamu sekalian akan kekikiran. Sebab, kekikiran itu telah membinasakan orang-orang sebelum kamu, dimana mereka terdorong untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan HR. Imam Muslim.Daftar PustakaSyamsuddin Ramadlan an-Nawiy, Fathiy 2018. Fiqih Bertetangga. Bogor Al Azhar Fresh Zone Publishing. Sharia Green Land merupakan Developer Properti yang telah berdiri sejak 12 Februari 2015. Memiliki visi besar untuk membangun kawasan islami bagi masyarakat muslim. Tidak hanya menyediakan hunian untuk tempat tinggal. Namun juga kawasan islami diharapkan mampu memberikan ketenangan hati. Karena rumah lebih dari sekedar tempat Lebih JauhTulisan SerupaMau mendapatkan informasi mengenai tulisan terupdate?Silahkan isi form di bawahNovember 25, 2019Cara Memuliakan Tetangga 7 Bermurah Hati dan Rendah Hati Kepada TetanggaMenyayangi, bermurah hati, dan rendah hati kepada tetangga merupakan salah satu wujud memuliakan tetangga. Sifat ini akan menyuburkan persaudaraan dan kasih sayang, serta mendorong seseorang untuk melindungi, menghormati, dan memuliakan orang lemah dan miskin. Di sisi yang lain, sifat-sifat itu akan menyelamatkan orang-orang yang kuat-baik harta maupun kekuasaan-dari sifat takabur, alim, dan sewenang-wenang. Sifat seperti ini sudah seharusnya dikembangkan dalam kehidupan bertetangga. Rendah Hati dan Bermurah Hati Kepada Tetangga yang Miskin, Lemah, atau Yatim PiatuSikap menyayangi, bermurah hati, dan tidak menyombongkan diri di hadapan tetangga, terutama tetangga yang lemah, miskin, dan anak-anak yatim, hanya tahir dari orang-orang yang memiliki budi pekerti agung. Sebaliknya, sifat sombong, tidak peduli, dan meremehkan orang-orang lemah, hanya dimiliki orang-orang tidak berbudi pekerti, angkuh dan keras merendahkan diri, dan bermurah hati kepada orang lain mengantarkan seseorang pada kedudukan mulia dan tinggi. Sebaliknya, sikap kasar, sombong dan suka menganiaya orang lain akan menjatuhkan siapa saja ke dalam kehinaan dan banyak ayat, al-Qur’an mendorong kaum Muslim untuk memiliki sikap rendah hati dan tidak menyombongkan diri di hadapan orang-orang lemah. Allah SWT. berfirmanMenurut Imam lbnu Katsir, mereka yang mendustakan agama adalah orang yang suka menghardik anak yatim, merampas haknya, tidak memberinya makan, dan tidak berbuat baik kepada mereka. Sedangkan yang dimaksud dengan orang miskin pada ayat itu adalah orang faqir yang tidak memiliki apapun untuk memenuhi kebutuhannya lbnu Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Maun.Imam Qurthubiy menjelaskan, bahwa para ulama berbeda pendapat kepada siapa ayat ini turun. Abu Shalih menuturkan sebuah riwayat dari lbnu Abbas, bahwa ayat ini diturunkan kepada al-Ash bin Wail al-Sahmiy. Pendapat ini juga dipegang oleh al-Kalbiy dan Muqatil. Al-Dlahak berpendapat bahwa ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki dari kalangan orang-orang munafiq. Al-suddiy menyatakan, bahwa ayat ini turun berkaitan dengan al-Walid bin al-Mughirah. Sebagian ulama lain berpendapat bahwa ayat ini turun berhubungan dengan Abu Jahal. Menurut lbnu Juraij, ayat ini diturunkan pada Abu Sufyan, dimana setiap minggu ia menyembelih kambing atau onta. Kemudian anak – anak yatim meminta bagian kepadanya, akan tetapi, ia menghardik mereka dengan tongkatnya. Selanjutnya, Allah SWT. menurunkan ayat ini Imam Qurthubiy, Talsir Qurthtubiy, Surat al-Maun.Baca juga Cara Memuliakan Tetangga 1 Gemar Memberi Kepada TetanggaDi dalam ayat lain, Allah SWT. berfirman Hadits Tentang TetanggaAbu Hurairah ra berkata,”Rasulullah SAW. bersabdaOrang yang menanggung anak yatim, yang memiliki hubungan kerabatan maupun orang lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan, maka saya dan orang itu berada di surga seperti dua jari ini. Perawi hadits ini adalah Malik bin Anas.Ia mengatakan bahwaBeliau SAW. mengisyaratkan dengan dua jari telunjuk dan jari tengah.HR. Imam BukhariDalam riwayat lain dikisahkan, bahwa Rasulullah SAW. berkataOrang-orang yang mengurusi janda dan orang miskin bagaikan orang yang berjuang dijalan Allah. “Kalau tidak salah Beliau bersabda pula, “Bagaikan orang yang selalu shalat malam tanpa pernah letih, dan seperti orang yang puasa yang tidak pernah berbuka. Bukhari dan Muslim.Rasulullah SAW. memerintahkan umatnya untuk rendah hati tawadlu’ dan tidak sombong. Dari lyadl bin Himar ra berkata, “Rasulullah SAW. bersabdaSesungguhnya Allah telah memberi wahyu kepadaku, yaitu kami sekalian hendaknya bersikap rendah hati tawadlu’, sehingga tidak ada seseorang yang bersikap sombong kepada yang lain, dan tidak ada seseorang yang menganiaya yang lain. HR. Imam MuslimDari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda Tiadalah sedekah itu mengurangi harta dan tidaklah Allah menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan melainkan kemuliaan dan tiadalah seseorang yang merendahkan diri karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya. HR. Imam Muslim. Sikap Rendah Hati kepada tetangga Menyuburkan Kasih SayangSifat pemurah, rendah hati, dan tidak berlaku aniaya kepada orang-orang lemah selayaknya dikembangkan dalam kehidupan bertetangga. Sifat ini selain akan menyuburkan rasa kasih sayang, juga menumbuhkan optimisme dan ketahanan hidup. Sebab, orang lemah selalu optimis menghadapi kehidupan, dikarenakan ada orang yang selalu memperhatikan dan siap sedia membantu dirinya. Di sisi yang lain, orang yang kuat semakin menyadari kelemahan dan kekurangannya, hingga ia siap sedia menolong juga Fiqih Bertetangga Keutamaan Memuliakan TetanggaSeorang Muslim yang baik selalu memperhatikan tetangganya, khususnya yang lemah dan miskin. Jika memiliki kelebihan makanan, ia tidak segan-segan untuk berbagi. Dirinya merasa berdosa, jika di dalam rumahnya berlimpah makanan, sedangkan tetangganya menahan rasa lapar. Ia merasa berdosa dan sedih jika tetangganya hidup serba kekurangan, sedangkan ia tidak pernah memberikan bantuan kepada mereka, padahal ia hidup serba kecukupan. Perhatikan sabda Rasulullah SAW.Bukan orang yang beriman, siapa saja yang kenyang sedangkan tetangganya dalam keadaan lapar HR. Imam Imam Bukhari dari Ibnu Abbas dari Ibnu Zubair ra.Jika seseorang mengadakan pesta walimah, hendaknya tetangga-tetangga yang miskin dan lemah turut diundang agar mereka bisa menikmati hidangan walimah. Rasulullah SAW. bersabdaSejelek – jelek makanan yaitu makanan walimah pesta, dimana orang yang membutuhkan makanan itu tidak diundang, sedangkan orang yang tidak membutuhkannya malah diundang. HR. Imam MuslimDalam riwayat lain disebutkan Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah, dimana yang yang diundang hanyalah orang-orang kaya, sedangkan orang-orang yang miskin tidak diundangnya. HR. Imam Bukhari dan Muslim. Allah SWT. dan RasulNya mencela orang kikir yang enggan bersedekahHendaknya tetangga yang kaya dan kuat menyadari bahwa rizki yang Allah anugerahkan kepada dirinya dikarenakan adanya orang – orang lemah di sekitar dirinya. Dalam sebuah riwayat Rasulullah SAW. bersabda,Kumpulkanlah untuk saya orang-orang yang lemah. Sebab, sesungguhnya kamu mendapatkan pertolongan dan rizki berkat adanya orang-orang lemah yang ada di sekitarmu HR. Abu DawudSebaliknya, Allah SWT. dan RasulNya mencela orang kikir yang enggan bersedekah. Allah SWT. berfirmanAdapun orang yang kikir dan merasa dirinya kaya, serta mendustakan pahala yang terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya jalan yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa QS Al Lail8-11.Barangsiapa terpelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka adalah orang-orong yang beruntung QS Al Taghabun16.Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW. bersabdaTakutlah kamu sekalian akan kekikiran. Sebab, kekikiran itu telah membinasakan orang-orang sebelum kamu, dimana mereka terdorong untuk menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang telah diharamkan HR. Imam Muslim.Daftar PustakaSyamsuddin Ramadlan an-Nawiy, Fathiy 2018. Fiqih Bertetangga. Bogor Al Azhar Fresh Zone Publishing. Sharia Green Land merupakan Developer Properti yang telah berdiri sejak 12 Februari 2015. Memiliki visi besar untuk membangun kawasan islami bagi masyarakat muslim. Tidak hanya menyediakan hunian untuk tempat tinggal. Namun juga kawasan islami diharapkan mampu memberikan ketenangan hati. Karena rumah lebih dari sekedar tempat Lebih JauhMau mendapatkan informasi mengenai tulisan terupdate?Silahkan isi form di bawah
Cara Memuliakan dan Menghormati Orang Tua – Sudah semestinya setiap anak tahu cara memuliakan dan menghormati orang tua. Cara ini menjadi pedoman bagi setiap umat Islam, terlebih lagi berbuat baik pada ibu yang telah melahirkan sekaligus merawat kamu sejak kecil. Ingat, surga itu ada di bawah telapak kaki ibu. Tidak mau kan kamu dicap sebagai anak durhaka karena menelantarkan orang tua? O ya, perlu dipahami bahwa memuliakan orang tua termasuk amalan utama yang wajib dilakukan. Hal ini tertuang dalam Alquran dan hadis Untuk itu, akan menyajikan beberapa cara untuk memuliakan serta menghormati orang tua. Simak yuk! 1. Selalu Bersikap Rendah Hati dengan Bertutur Kata yang Baik Selalu bersikap rendah hati dengan berkata yang baik memang tidak mudah. Faktanya, ada banyak hal yang menghalanginya dan membuat anak tidak dapat memenuhi kewajiban dalam berbakti pada orang tua. Biasanya, hal ini terjadi ketika sedang berkonflik dengan orang tua. Sebagaimana orang yang sedang marah, tidak jarang yang keluar justru kata-kata kasar. Kata-kata itu keluar karena gejolak emosi. Terkadang, bukan hanya perkataan kasar, bisa saja anak melakukan tindakan yang tidak kalah kasar. Sementara itu, cara memuliakan dan menghormati orang tua dalam ajaran Islam, adalah harus selalu bersikap rendah hati dan bertutur kata yang baik. Dalam Surat Al Isra ayat 23, Allah berfirman agar anak berkomunikasi menggunakan kalimat positif dan sopan santun kepada orang tuanya. 2. Selalu Berbuat Baik dan Memprioritaskan Orang Tua Cara memuliakan orang tua berikutnya adalah selalu berbuat baik kepada kedua orang tua. Selain itu, sudah seharusnya anak memprioritaskan kebutuhan orang tua. Berusahalah untuk mendahulukan kepentingan orang tua ketimbang diri sendiri. Kamu tentu ingat bahwa menghormati serta mengutamakan kedua orangtua merupakan sumber berkah dan rida dari Allah SWT. Coba deh kamu tengok orang-orang yang memuliakan orang tuanya. Hidup mereka juga mulia kan? Lagi pula, Rasulullah SAW juga pernah bersabda bahwa surga berada di bawah telapak kaki seorang ibu, sehingga anak pun harus selalu mengabdi kepadanya. 3. Membantu Mewujudkan Impian Orang Tua Anak memang bukan sarana orang tua untuk meraih mimpi-mimpi yang tidak mampu diwujudkannya. Akan tetapi, sebagai anak, apa kamu tega membiarkan orang tuamu putus asa karena tidak bisa mewujudkan impiannya? Sudah semestinya, seorang anak harus memahami bahwa orang tua telah mengasuh dan membesarkannya tanpa lelah. Mereka juga selalu mendukung dan memastikan kamu memperoleh semua yang terbaik. Oleh karena itu, sebaiknya kamu selalu berbuat baik dengan berusaha menyenangkan hati orang tua. Kerjakan setiap orang tua minta sesuatu. Bahagiakanlah hati orang tua dan berikan dukungan supaya mereka bisa mencapai impian yang sempat tertunda karena sibuk membahagiakanmu. Sulit Akur dengan Mertua? Begini Cara Menghadapinya Cara Mengatasi Mertua yang Menyebalkan dan Otoriter Percayalah bahwa kamu tidak akan pernah tahu sampai kapan kamu akan bersama mereka di dunia ini. Jadi, sebelum kamu menyesal karena mereka dipanggil oleh Sang Pencipta, banyak-banyaklah membantu orang tua untuk mewujudkan harapan mereka. 4. Melakukan Segala Perintah Orang Tua Seorang anak memang sudah seharusnya berbakti kepada kerua orang tuanya. Salah satu cara mmeuliakan dan menghormati orang tua adalah dengan melaksanakan semua perintahnya. Asalkan perintah itu tidak bertentangan dengan agama, kamu wajib mengikutinya. Berbakti kepada kedua orang tua sangat besar pengaruhnya dalam kunci kesuksesan anak-anaknya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda Sekarang, kamu tahu kan kenapa kamu bisa melewati kesulitan dan menemukan jalan keluar? Yap, semua berkat doa orang tuamu. Oleh karena itu, jangan selalu menyombongkan diri semua pencapaianmu berkat kerja kerasmu. Kamu hanya tidak tahu namanu disebut-sebut oleh orang tuamu dalam doa pada sepertiga malam terakhir. 5. Merawat Orang Tua yang Telah Berusia Senja Amal yang paling agung yaitu selalu memuliakan orang tua dan menyayanginya hingga akhir usia. Meski kamu telah berkeluarga, tetapi bukan berarti kewajibannya untuk berbakti dan merawat orang tua sudah selesai. Mungkin hal ini tidak mudah, tapi Allah menjanjikan ganjaran yang berlipat ganda kepada anak yang merawat orang tua. Mau tahu hadistnya? Ketika semangatmu untuk merawat orang tua kendor, maka ingatlah pada masa kamu masih kecil. Kamulah yang dirawat sepenuh hati. Dengan sabar mereka mendidikmu dan memberikan segala hal yang terbaik yang bisa mereka berikan. Semua doa mereka hanya tertuju pada buah hatinya. Berharap selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberi kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sekarang, giliran kamu yang melakukan hal itu. Demikianlah 5 cara memuliakan dan menghormati orangtua menurut ajaran Islam yang dapat kamu jadikan panutan. Yuk, jaga dan sayangi mereka sebagaimana mereka mencurahkan kasih sayang kepadamu sejak kecil hingga sekarang! Related posts Tags cara memuliakan dan menghormati orang tua, cara menghormati orang tua, menghormati orang tua menurut Islam
Jakarta - Tawadhu, lawan kata dari sombong. Seseorang yang memiliki sikap tawadhu senantiasa akan hidup lebih bahagia. Apa keutamaan dari tawadhu dalam Islam?Tawadhu adalah nama lain dari sikap rendah hati. Tawadhu bukan rendah diri, akan tetapi tawadhu adalah percaya diri, berani dan optimis. Memiliki sifat tawadhu berarti merasa diri kita orang biasa, sekalipun memiliki banyak kelebihan. Ciri-ciri dari sifat tawadhu adalah tidak suka atau tidak berambisi menjadi orang terkenal, menjunjung tinggi kebenaran, mau bergaul dengan fakir miskin dan bahkan tulis mencintai mereka serta ringan tangan membantu orang. Tawadhu yang dibenarkan adalah tamalluq. Yakni sikap rendah hati seorang murid pada gurunya agar dia dapat mengambil manfaat ilmunya. Islam memerintahkan umatnya agar berendah hati tetapi melarang kita berendah keutamaan tawadhu yang menjadi salah satu sifat terpuji di dalam Islam1. Diangkat DerajatnyaAllah SWT akan memuliakan dan mengangkat derajat orang-orang yang tawadhu sehingga manusia pun sebuah sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda,"Tidaklah seorang bertawadhu yang ditunjukkan semata-mata karena Allah SWT, melainkan Allah Azza wa Jalla akan mengangkat derajatnya." 2. Tawadhu Menghasilkan KeselamatanTawadhu dapat memberikan kita keselamatan, mendatangkan persahabatan, menghapuskan dendam dan menghilangkan SAW bersabda"Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawadhu, sehingga seseorang tidak merasa bangga lagi sombong terhadap orang lain dan tidak pula berlaku aniaya kepada orang lain." HR Muslim XVII/200 dalam Syarh Shahiih Muslim, Imam an-Nawawi dan selainnya, dari hadits 'Iyadh bin Menghindarkan Diri dari Sifat SombongBegitu spesialnya tawadhu, sehingga Allah mengistimewakan mereka yang memiliki sifat tawadhu. Allah akan mengangkat derajat mereka yang memiliki sifat tawadhu, dan akan membenamkan mereka yang bersifat bertawadhu, kita senantiasa akan dihindarkan dari sikap sombong. lus/erd
memuliakan orang yang rendah hati